Laman

Artikel Populer

Jumat, 12 Agustus 2011

Hak-hak mereka yang harus kita penuhi...

Hadits ini, sudah beberapa kali saya dengar. beberapa kali pula saya mendapatkan penjelasan. tapi, entah mengapa, beberapa hari lalu dalam sebuah kultum ba`da sholat dhuhur di Masjid AlFurqan Jl. Kramat Raya 45 saya merasa, inilah penjelasan yang begitu gamblang, memberikan kesan mendalam. ah, betul memang...pengetahuan dan kepribadian penyeru da`wah turut andil dalam sampainya ilmu yang disampaikan. siang itu, kultum yang juga menginspirasi saya untuk kembali menulis di blog ini, diisi oleh Ustadz Muzayyin Abdul Wahab, salah seorang ketua Dewan Da`wah Islamiyah Indonesia periode sekarang.

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, dengan derajat Hasan Shohih bunyinya "IttaqiLlaha haitsuma kunta wa athbi`issayyiata hasanata tamkuha wakholiqinnas bikhuluqin hasan". yang sering diartikan dengan Bertaqwakal kalian kepada Allah SWT dimanapun berada, ikutilah perbuatan buruk (yang tidak disengaja) dengan kebaikan sehingga menghapus dosanya, dan pergaulilah manusia dengan akhlaq yang baik.

Dalam hadits tersebut, terdapat 3 hak atas setiap kita atau dengan kata lain 3 dimensi kewajiban yang harus kita tunaikan.
Pertama, HaqquLlahu ta`ala alaika anta, Hak Allah SWT atas kita berdasar kalimat IttaqiLlaha haitsuma kunta. Artinya, Allah SWT berhak mendapatkan ketaatan kita, taat yang sebenar-benarnya taat, haqqa tuqatih. dimana saja kapan saja, apa saja profesi dan aktifitas kita. pokoknya tiap detiknya, semua yang dilakukan oleh kita adalah dalam rangka ketaatan kita kepada-Nya. wama kholaqtul jinna wal insa illa liya`budun
Kedua, Haqqu nafsika alaika anta. Hak diri sendiri atas kita berdasar kalimat wa athbi`issayyiata hasanata tamkuha. Hak itu adalah Tazkiyah, diri ini, dalam hal ini jiwa, jiwa kita perlu terus dipupuk, dipelihara, dibina. diobati jika ada luka, luka yang merusak fitrahnya. Tazkiyatun Nafs, itulah hak jiwa kita atas kita
Ketiga, Haqqunnas alaika anta. Hak orang lain disekitar atas kita berdasar kalimat wakholiqinnas bikhuluqin hasan. Mereka, orang-orang disekitar kita berhak mendapat tata pergaulan yang baik dari kita. Sesungguhnya termasuk sebaik-baik kalian adalahj yang paling baik akhlaknya (HR. Bukhari). Jadi, keberadaan kita seyogyanya menjadi nilai tambah dalam masyarakat kita, bukan malah menjadi sampah bagi mereka.

Allahu a`lam, mudah-mudah kita dipermudah Allah SWT dalam menunaikan kewajiban ini, Amien