Hadits ini, sudah beberapa kali saya dengar. beberapa kali pula saya mendapatkan penjelasan. tapi, entah mengapa, beberapa hari lalu dalam sebuah kultum ba`da sholat dhuhur di Masjid AlFurqan Jl. Kramat Raya 45 saya merasa, inilah penjelasan yang begitu gamblang, memberikan kesan mendalam. ah, betul memang...pengetahuan dan kepribadian penyeru da`wah turut andil dalam sampainya ilmu yang disampaikan. siang itu, kultum yang juga menginspirasi saya untuk kembali menulis di blog ini, diisi oleh Ustadz Muzayyin Abdul Wahab, salah seorang ketua Dewan Da`wah Islamiyah Indonesia periode sekarang.
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, dengan derajat Hasan Shohih bunyinya "IttaqiLlaha haitsuma kunta wa athbi`issayyiata hasanata tamkuha wakholiqinnas bikhuluqin hasan". yang sering diartikan dengan Bertaqwakal kalian kepada Allah SWT dimanapun berada, ikutilah perbuatan buruk (yang tidak disengaja) dengan kebaikan sehingga menghapus dosanya, dan pergaulilah manusia dengan akhlaq yang baik.
Dalam hadits tersebut, terdapat 3 hak atas setiap kita atau dengan kata lain 3 dimensi kewajiban yang harus kita tunaikan.
Pertama, HaqquLlahu ta`ala alaika anta, Hak Allah SWT atas kita berdasar kalimat IttaqiLlaha haitsuma kunta. Artinya, Allah SWT berhak mendapatkan ketaatan kita, taat yang sebenar-benarnya taat, haqqa tuqatih. dimana saja kapan saja, apa saja profesi dan aktifitas kita. pokoknya tiap detiknya, semua yang dilakukan oleh kita adalah dalam rangka ketaatan kita kepada-Nya. wama kholaqtul jinna wal insa illa liya`budun
Kedua, Haqqu nafsika alaika anta. Hak diri sendiri atas kita berdasar kalimat wa athbi`issayyiata hasanata tamkuha. Hak itu adalah Tazkiyah, diri ini, dalam hal ini jiwa, jiwa kita perlu terus dipupuk, dipelihara, dibina. diobati jika ada luka, luka yang merusak fitrahnya. Tazkiyatun Nafs, Ketiga, Haqqunnas alaika anta. Hak orang lain disekitar atas kita berdasar kalimat wakholiqinnas bikhuluqin hasan. Mereka, orang-orang disekitar kita.
Allahu a`lam, mudah-mudah kita dipermudah Allah SWT dalam menunaikan kewajiban ini, Amien
seseorang yang sedang berusaha untuk terus mempertebal keyakinan bahwa dalam setiap episode, bahkan yang terkecilpun, dalam rangkaian hidupnya adalah terkandung pelajaran kemudian meridhai
Artikel Populer
-
Hadits ini, sudah beberapa kali saya dengar. beberapa kali pula saya mendapatkan penjelasan. tapi, entah mengapa, beberapa hari lalu dalam s...
-
Lelah setelah cari-cari tiket untuk mudik belum hilang, Rabu sore itu, seminggu sebelum lebaran pikiran saya dibuat tambah pusing tujuh keli...
-
sebuah ikhtiar untuk "mengabadikan" penggal-penggal episode yang kiranya dapat diambil pelajaran untuk diri dan siapa saja yang be...
-
“Kunjungan kerja “ kali ini kami menyambangi beberapa komunitas kecil saudara-saudara kita di sekitar kaki dan puncak Gunung Sinabung di Kab...
-
Bapak DR.Mohammad Natsir, pemimpin pemandu umat Islam Indonesia, bekas Perdana Menteri Pertama Negara Kesatuan Republik Indonesia , yang di ...
-
“kami dibolehkan tinggal ditanah ini, juga dibantu pembangunan rumahnya, Alhamdulillah. Kami juga berencana ingin ternak lele….paling tidak ...
Langganan:
Postingan (Atom)