“kami dibolehkan tinggal ditanah ini, juga dibantu pembangunan rumahnya, Alhamdulillah. Kami juga berencana ingin ternak lele….paling tidak untuk makan sehari-hari” ujar seorang ibu yang kami temui di daerah Adikarto, Magelang ketika kami berkesempatan mengunjunginya sepekan yang lalu. Ibu tersebut bisa dikatakan sedikit beruntung, bersama 12 KK lainnya ia kini menempati rumah bantuan diatas sebidang tanah bekas lahan pertanian milik desa (bengkok). Sehingga tidak harus tinggal di pengungsian
Sementara itu, di desa Sirahan kec. Salam Kab. Magelang, setidaknya ada 370 KK yang rumahnya hancur dan rusak karena terjangan lahar dingin. Mereka kini harus tinggal di pengungian. Kehidupan sehari-hari mereka berubah, tanpa aktifitas karena sawah dan ladang ikut tertimbun. Jiwa mereka tertekan, daya tahan tubuh menurun dan kesehatan terancam. Kondisi seperti ini entah sampai kapan harus mereka lalui. Karena secara teknis, wilayah desa mereka masih sangat berbahaya untuk ditempati mengingat para ahli mengatakan, material merapi yang turun dan menerjang desa mereka baru sekitar 25 % saja.
Sebagian warga korban lahar dingin sebenarnya menginginkan adanya aktifitas produktif yang bisa menjadi penyangga hidupnya, tidak selamanya mengaharapkan uluran tangan masyarakat. Atau setidaknya dapat menghilangkan penat seharian dipengungsian. “Alhamdulillah pak, Manfaatin pasir yang ada, lumayan bisa buat dinding rumah nantinya. Syukur nanti bisa dibeli toko material. Lagian daripada nganggur terus di pengungsian bikin stres,.”..demikian ujar Pak Yanto ketika kami berkesempatan mengunjunginya. Dirumah yang sebagiaan besar dindingnya rontok karena terjangan material lahar dingin merapi.
Pak Yanto adalah satu dari sekian warga korban lahar dingin merapi di wilayah Magelang mendapatkan paket bantuan berupa alat pres batako dan semen dari Dewan Da`wah.
Lalu, jika hasil produksi batako masing-masing sudah berhasil mencukupi untuk membangun rumah sendiri, kemana batako tersebut akan disalurkan. “kita sudah menghubungkan dengan beberapa toko material di Magelang yang siap menampung batako hasil produksi masyarakat, khususnya korban banjir lahar dingin di wilayah Magelang” jawab Ade Salamun, Direktur LAZIS Dewan Dawah
Sebelumnya, Dewan Da`wah telah menyalurkan bantuan berupa tas dan peralatan sekolah untuk anak-anak yang turut mengungsi, kebutuhan pokok dan menempatkan da`I pendamping di wilayah Merapi. [Op]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar